Diajak Makan Dadakan Saat Zoom, Berujung Seafood Makassar

Diajak Makan Dadakan di Tengah Zoom

Siang itu saya sedang duduk di depan laptop, ikut rapat lewat Zoom, saat pintu ruangan terbuka dan seseorang muncul dengan ajakan yang tidak bisa saya tolak.

01 Awal Cerita

Diajak di Tengah Rapat

Kamera masih menyala, suara rekan-rekan meeting masih terdengar pelan dari earphone, ketika Kepala Cabang Makassar berdiri di ambang pintu.

"Pak Zaenal, ayo makan bareng."

"Oh iya, Pak, boleh. Mau makan di mana?"

"Udah ngikut aja, kita makan seafood enak."

"Siap, Pak," jawab saya sambil senyum. "Tapi maaf, saya selesaikan Zoom dulu ya, Pak."

"Aman."

Begitu saja, tanpa rencana, siang itu berubah arah. Kami bersiap menuju Fajar Seafood Makassar, di Jalan Pengayoman, Kecamatan Rappocini.

02 Tiba di Lokasi

Kesan Pertama di Fajar Seafood

Begitu turun dari mobil, aroma bakaran dan tumisan dari dapur langsung tercium, bercampur dengan asap tipis yang mengepul ke udara sore. Dapurnya terbuka, terlihat jelas dari meja pengunjung, dan begitu masuk kami disodori nampan berisi ikan, udang, cumi, dan kepiting untuk dipilih langsung.

Fajar Seafood Makassar
Fajar Seafood, Jl. Pengayoman, Makassar

Ikannya masih mengilap, matanya jernih. Bukan menu yang dicetak di kertas, tapi bahan yang benar-benar ada di depan mata. Rombongan kami cukup ramai, dan yang perempuan-perempuan langsung sibuk memilih. Saya sendiri, karena baru pertama ke sana, cuma bilang, "Dah, Pak, saya ikut apa yang dipilih saja."

Dapur open kitchen Fajar Seafood
Dapur terbuka
Bahan seafood segar Fajar Seafood
Bahan dipilih langsung
03 Meja Luar

Ngobrol Ringan Sambil Menunggu

Saya duduk semeja dengan Kepala Region wilayah, yang kebetulan sama-sama dari Jawa Barat. Kami memilih meja di luar, karena katanya di dalam ber-AC jadi tidak bisa merokok.

Obrolan mengalir apa adanya, dari cerita kerja sampai kangen suasana rumah. Meja kayu sederhana, kipas angin berputar pelan, dan suara obrolan pengunjung lain berbaur dengan bunyi wajan dari dapur. Di tengah project yang cukup padat, jeda kecil seperti itu terasa pas.

04 Camilan Pembuka

Otak-Otak dan Sambal yang Bikin Penasaran

Sebelum seafood utama datang, meja kami sudah lebih dulu terisi camilan. Pak Sutrisno, Kepala Cabang, menawarkan salah satu makanan sambil bilang, "Ini coba, Pak."

Saya kira itu lontong. Setelah digigit, rasanya gurih dan kenyal khas ikan — ternyata otak-otak. Ditemani kerupuk dan semangkuk sambal berwarna merah segar dengan potongan yang masih terlihat kasar.

Karena saya penggemar sambal matah, saya ambil cukup banyak tanpa tanya dulu. Belakangan baru saya tahu, namanya bukan sambal matah, melainkan sambal dabu-dabu, kadang disebut juga sambal nona oleh orang Sulawesi.

Sambal dabu-dabu adalah sambal khas dengan irisan tomat mentah dan bawang merah segar yang populer di Sulawesi Selatan, mirip sambal ronge atau sambal tomat iris khas Bugis-Makassar yang biasa menemani ikan bakar. Rasanya segar, sedikit asam dari tomat, dengan pedas yang terasa bersih di lidah.
05 Hidangan Utama

Ikan, Kangkung, dan Meja yang Penuh

Satu per satu pesanan mulai datang. Ikan segar berukuran besar disajikan utuh, masih mengepul dengan aroma bakar. Kami makan bersama, saling ambil dari piring besar di tengah meja, cara makan yang selalu terasa hangat, apalagi bersama rekan-rekan dari berbagai daerah.

Hidangan seafood di Fajar Seafood
Meja mulai penuh

Ada kangkung tumis untuk menyeimbangkan rasa gurih seafood, dan ayam bakar untuk beberapa rekan yang alergi seafood. Cumi-cumi kecil digoreng garing di luar, lembut di dalam.

06 Yang Baru Saya Coba

Ikan Kudu-Kudu

Di tengah makan, saya ditawari mencoba ikan kudu-kudu yang sudah difilet. Ini pengalaman pertama saya, dan dagingnya lembut, gurih secara alami tanpa perlu banyak bumbu tambahan. Rasa seperti itu biasanya menandakan satu hal sederhana: ikannya memang baru diangkat dari laut.

Ikan kudu-kudu difilet
Ikan kudu-kudu, difilet
• • •
07 Penutup

Lebih dari Sekadar Makan Siang

Yang membuat siang itu berkesan bukan cuma soal rasa makanannya, tapi suasananya: ajakan spontan, obrolan santai lintas daerah, dan cara makan bersama yang mencairkan jarak antara posisi dan jabatan. Di tengah project yang padat di Cabang Makassar, momen sesederhana ini jadi pengingat bahwa kerja tidak melulu soal target dan laporan.

Terima kasih untuk teman-teman Cabang Makassar, terutama Pak Sutrisno dan seluruh tim, yang sudah menyempatkan waktu untuk makan bersama di sela kesibukan. Momen kecil seperti ini yang membuat waktu project di sini terasa lebih dari sekadar pekerjaan.

Jl. Pengayoman No.14, Bua Kana, Kec. Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90222, Indonesia
Reactions
Post a Comment